Kesan saya selama praktikum aplikom
sangat mengasyikan banyak mendapatkan pengetahuan tentang Microsoft Office,
Photoshop, Microsoft Excel, dan lain-lain. Walaupun saya sering tertinggal
sewaktu praktikum dan belum mengerti secara keseluruhan materi yang telah
diberikan oleh asdos. Tapi saya banyak mendapatkan ilmu tambahan selama
praktikum ini. Materi yang menurut saya susah yaitu tentang Photoshop karena
sebelumnya saya belum pernah menggunakan photoshop dan sewaktu responsi juga
saya tidak sempat mengerjakannya karena waktunya yang sedikit. Semoga apa
yang telah diajarkan selama praktikum Aplikom ini bisa bermanfaat bagi kami.
Kesan Selama Praktikum Aplikom
Senin, 27 Oktober 2014
Diposting oleh
Unknown
di
09.02
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Aplikom
Potensi Sumber Daya Laut di Indonesia
Wilayah perairan laut Indonesia seluas :
- 3,1 juta km2 (terdiri dari perairan teritorial dan perairan kepulauan)
- ZEEI, seluas 2,7 juta km2 (12 – 200 mil laut)
Diduga perairan Indonesia yang sudah dikatakan overfishing, adalah
- Perairan teritorial kawasan barat Indonesia (Selat Malaka, laut Jawa, laut Flores dan laut Cina Selatan)
- ZEEI (laut Arafura di kawasan Timur Indonesia)
1. Potensi Fisik
Potensi wilayah pesisir dan lautan Indonesia dipandang dari segi fisik, terdiri dari Perairan Nusantara seluas 2.8 juta km2 , Laut Teritorial seluas 0.3 juta km2. Perairan Nasional seluas 3,1 juta km2, Luas Daratan sekitar 1,9 juta km2, Luas Wilayah Nasional 5,0 juta km2 , luas ZEE (Exlusive Economic Zone) sekitar 3,0 juta km2, Panjang garis pantai lebih dari 81.000 km dan jumlah pulau lebih dari 18.000 pulau.
2. Potensi Pembangunan
Potensi Wilayah pesisir dan laut Indonesia dipandang dari segi Pembangunan adalah sebagai berikut:
- Sumberdaya yang dapat diperbaharui seperti; Perikanan (Tangkap, Budidaya, dan pascapanen), Hutan mangrove, Terumbu karang, Industri Bioteknologi Kelautan dan Pulau-pulau kecil.
- Sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui seperti; Minyak bumi dan Gas, Bahan tambang dan mineral lainnya serta Harta Karun.
- Energi Kelautan seperti; Pasang-surut, Gelombang, Angin, OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).
- Jasa-jasa Lingkungan seperti; pariwisata, Perhubungan dan Kepelabuhanan serta Penampung (Penetralisir) limbah.
Potensi wilayah pesisir dan lautan lndonesia dipandang dari segi Perikanan meliputi:
- Perikanan Laut (Tuna/Cakalang, Udang, Demersal, Pelagis Kecil, dan lainnya) sekitar 4.948.824 ton/tahun, dengan taksiran nilai US$ 15.105.011.400.
- Mariculture (rumput laut, ikan, dan kerang -kerangan serta Mutiara sebanyak 528.403 ton/tahun, dengan taksiran nilai US$ 567.080.000.
- Perairan Umum 356.020 ton/tahun, dengan taksiran nilai US$ 1.068.060.000,
- Budidaya Tambak 1.000.000 ton/tahun, dengan taksiran nilai US$ 10.000.000.000,
- Budidaya Air Tawar 1.039,100 ton/tahun, dengan taksiran nilai US$ 5.195.500.000,
- Potensi Bioteknologi Kelautan
Pesisir dari Laut Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas, mineral dan bahan tambang yang besar. Dari hasil penelitian BPPT (1998) dari 60 cekungan minyak yang terkandung dalam alam Indonesia, sekitar 70 persen atau sekitar 40 cekungan terdapat di laut. Dari 40 cekungan itu 10 cekungan telah diteliti secara intensif, 11 baru diteliti sebagian, sedangkan 29 belum terjamah. Sedangkan Potensi kekayaan tambang dasarlaut seperti aluminium, mangan, tembaga, zirconium, nikel, kobalt, biji besi non titanium, vanadium, dan lain sebagainya yang sampai sekarang belum teridentifikasi dengan baik sehingga diperlukan teknologi yang maju untuk mengembangkan potensi tersebut.
5. Potensi geopolitics
Indonesia memiliki posisi strategis, antar benua yang menghubungkan negara- negara ekonomi maju, posisi geopolitis strategis tersebut memberikan peluang Indonesia sebagai jalur ekonomi, misalnya beberapa selat strategis jalur. Perekonomian dunia berada di wilayah NKRI yakni Selat Malaka, Selat Sunda, Selat Lombok, Selat Makasar dan Selat Ombai-Wetar. Potensi geopolitis ini dapat digunakan Indonesia sebagai kekuatan Indonesia dalam percaturan politik dan ekonomi antar bangsa.
6. Potensi sumber daya manusia
Sekitar 60 % penduduk Indonesia bermukim di wilayah pesisir, sehingga pusat kegiatan perekonomian seperti: Perdagangan, Perikanan tangkap, Perikanan Budidaya, Pertambangan, Transportasi laut, dan Pariwisata bahari.
Diposting oleh
Unknown
di
08.27
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Pengantar Ilmu Perikanan
Kebijakan Perundang-undangan Perikanan di Indonesia
Minggu, 26 Oktober 2014
Latar Belakang
Pembangunan
perikanan pada dasarnya dititikberatkan pada perikanan tangkap dan perikanan
budidaya Pada dekade 80-an perikanan budidaya mulai mendapat perhatian (budidaya
udang di tambak) Menjelang thn 90-an mulai dirintis usaha budidaya ikan di laut Potensi pengembangan lahan perikanan budidaya
27.671.178 ha, terdiri dari :
Ø
2.230.600
ha (air tawar)
Ø 913.000 ha (air payau)
Ø
24.528.000 ha (air
laut)
Thn 2004
lahan yang dimanfaatkan mencapai 262.000 ha (air tawar), 500.000 ha (air
payau), dan 370.000 unit budidaya di laut, sehingga bisa dikatakan bahwa
peluang pengembangan lahan pembudidayaan ikan di Indonesia masih sangat
menjanjikan.
Definisi Perikanan
Berasal dari bahasa Inggris: aquaculture
Aqua:
perairan, culture: budidaya
Akuakultur
: kegiatan untuk memproduksi biota (organisme)
akuatik di lingkungan terkontrol untuk mendapatkan keuntungan (profit).
Yang
dimaksud budidaya adalah kegiatan pemeliharaan untuk:
a. Memperbanyak
(reproduksi)
b. Menumbuhkan
(growth)
c. Meningkatkan
mutu biota akuatik sehingga memperoleh
Tujuan Usaha Budidaya
a. Meningkatkan
jumlah pangan
b. Mengimbangi
penurunan persediaan ikan secara alami
c. Mencukupi
kebutuhan protein hewani
d. Meningkatkan
produk lain, seperti: mutiara, rumput laut, dll
Persyaratan Ikan yang dibudidaya
a. Tahan
terhadap lingkungan hidup baru
b. Laju pertumbuhannya cukup tinggi
c. Mampu berkembang biak dalam
keadaan tertangkap
d. Mampu menyesuaikan diri terhadap makanan buatan
e. Dapat dibudidayakan dengan
kepadatan tinggi
f. Tahan
terhadap penyakit dan parasit
g. Memenuhi selera konsumen
Jenis jenis ikan yang dibudidaya
1.
Ikan
air tawar
• Gurami (Osphyronemus gouramy)
• Mujair (Tilapia mossambica)
• Nila (Tilapia nilotica)
• Tawes(Puntius javanicus)
• Patin(Pangasius pangasius)
• Lele(Clarias batracus)
2.
Ikan
air payau
• Bandeng (Chanos chanos)
• Udang windu (Penaeus monodon)
3.
Ikan
air laut
• Kerapu macan (Epinephelus
fuscoguttatus)
• Cakalang (Katsuwonus pelamis)
• Lobster
Ruang Lingkup Akuakultur Berdasarkan Zonasi Darat-laut
a. Inland
aquaculture : kegiatan akuakultur yang dilakukan di darat
(land base)dengan
menggunakan sumber air berupa air tawar (mata air, sungai, danau, waduk,
saluran irigasi, air hujan, air sumur, dan genangan air lainnya) atau air
payau.
b. Marine
aquaculture (mariculture) : kegiatan akuakultur yang dilakukan di laut
Beberapa Kendala Internal dalam Pembudidayaan
Perikanan
1. Teknologi pembenihan dan pembesaran untuk beberapa komoditas belum sepenuhnya
dikuasai
2. Jaringan irigasi teknis untuk pembudidayaan tambak masih belum merata
3. Mutu sarana produksi dan
produktifitas usaha
budidaya masih relatif rendah
5. Pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan belum terintregasi
6. Lemahnya kelembagaan kelompok pembudidaya
Beberapa Kendala Eksternal Alam Pembudidayaan Perikanan
1.
Belum mantapnya tata ruang lahan untuk perikanan budidaya
2.
Lemahnya dukungan perbankan bagi usaha perikanan budidaya
3.
Mekanisme penyuluhan belum berjalan secara baik serta kurangnya tenaga penyuluh
perikanan
4.
Infrastruktur pendukung seperti telekomunikasi, listrik dll belum memadai
5. Keamanan, terutama pada
kawasan pertambakan
dan budidaya mutiara
6. Hambatan tarif dan non tarif
pada produk perikanan
Indonesia
Peluang Pasar Perikanan
Ø Saat ini terdapat tiga pasar
utama hasil perikanan dunia, yaitu Jepang, AS, dan Eropa
Ø Selain itu berkembang peluang
pasar di Korea, China, Taiwan, Thailand, Singapura dan Malaysia
Diposting oleh
Unknown
di
21.38
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
Perundang-undangan Perikanan
Langganan:
Postingan (Atom)


